Saya seringkali menemukan kerumitan timbul dari proses interaksi antar manusia. Setiap kita diciptakan secara unik dan istimewa. Hal ini yang membuat kita berbeda antara satu dan lainnya. Belum lagi latar belakang yang mendasari suatu perbedaan, baik dari lingkungan tempat kita dibesarkan, dengan siapa kita bergaul, kebiasaan-kebiasaan yang kita bangun, dan beberapa faktor lainnya. Kesedihan, keputusasaan, dan berbagai permasalahan yang rumit pun timbul sebagai akibatnya. Lantas, bagaimana seharusnya kita menyikapi perbedaan yang ada?
Saya dan pasangan saya sudah membangun hubungan selama lebih dari 4 tahun. Coba tebak di tahun ke berapa saya baru dapat belajar menerima dan memahami dia? Ya, kamu mungkin tidak berminat menebak dan langsung ingin melihat jawabannya. Di tahun ke-4 saya baru dapat belajar menerima dan memahami dia. Yang artinya, selama 4 tahun ke belakang banyak sekali pertengkaran, air mata, keputusasaan yang dapat dihindarkan jika saja saya menyadari nya lebih cepat. Sampai sekarang saya masih belajar karena proses tersebut terjadi terus menerus. Namun kini saya mengerti. Agar dapat menghadapinya; saya membutuhkan pengertian. Saya perlu belajar agar dapat sukses di dalam setiap hubungan yang saya bina.
Saya ada disini sepenuhnya untuk berbagi. Saya menyadari bahwa dibutuhkan kerelaan untuk mulai mengambil komitmen agar saya dan pasangan dapat memiliki hubungan yang lebih baik. Dalam diskusi dan pengakuan saya kepada pasangan akan apa yang saya pelajari dari 4 tahun hubungan kami, pasangan saya setuju akan pernyataan saya,
Pada dasarnya pria tidak akan pusing memikirkan bagaimana caranya untuk menjadi pasangan yang lebih baik dan bagaimana memiliki hubungan yang lebih baik dengan pasangannya.
Bukan karena mereka tidak perduli atau tidak mau tahu atau tidak mencintai kamu! Namun, ya... karena mereka pikir jika kamu menginginkan sesuatu, katakan saja. Jika mereka benar-benar mencintai kamu; mereka pasti akan mewujudkannya. Eitsss, jangan bersorak girang dulu ya. Tidak berarti kamu dibenarkan untuk menjadi pasangan yang menuntut! Dukungan kita juga sangat berarti bagi pasangan kita!
Saya mengerti bahwa sebagai wanita, kita diciptakan dengan perasaan yang lembut dan keinginan untuk dicintai sepenuh hati. Kenyataannya, pria dan wanita memiliki kebutuhan dan cara mencintai yang berbeda. Melalui tulisan-tulisan saya, saya ingin membagikan pengalaman-pengalaman berharga saya, terutama bagi para wanita untuk belajar bagaimana cara menyikapi setiap perbedaan yang ada. Kamu boleh tidak setuju dengan saya, saya juga tidak mengklaim apa yang saya bagikan sebagai hal yang mutlak. Apa yang saya bagikan hanyalah keseimpulan dari pembelajaran pribadi saya.
Saya percaya jika kita ingin berhasil, kita harus banyak belajar. Meskipun kita adalah wanita, kita tidak bisa bersikap pasif dengan duduk berpangku tangan dan menunggu sampai seseorang datang membawa perubahan dalam hidup kita.
Kamu mungkin bertanya-tanya, "Interaksi manusia?" Hmm... lantas kenapa pria dan wanita? Alasanya sederhana. Saya melihat banyak sekali wanita yang kebingungan dan memposisikan diri mereka sebagai korban. Kehidupan mereka menjadi penuh dengan kesedihan, keputusasaan, dan seakan-akan pasangan mereka menjadi satu-satunya yang terpenting di dalam kehidupan mereka. Kehidupan mereka hancur jika satu orang pria menghancurkan hati mereka. Haruskah demikian? Saya yakin tidak!
Love,
Febryna Halim








0 komentar:
Posting Komentar